Market

Miris, DPR Kecewa Kelangkaan Gas Melon di Daerah Penghasil Gas

Komisi VII DPR menemukan kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilo gram di atas harga penetapan di Kalimantan Timur atau sekitar proyek IKN. Padahal daerah ini merupakan salah satu penghasil gas bumi.

Untuk itulah, anggota Komisi VII DPR, Rofik Hananto menuntut Pertamina untuk segera memastikan distribusi LPG 3 kilogram atau gas melon dapat sesuai dengan jumlah dan harga yang telah ditetapkan.

Rofik mengungkapkan hal itu untuk menanggapi tabung gas itu mahal dan langka di wilayah Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan daerah lainnya. Padahal wilayah tersebut merupakan wilayah penghasil gas.

“Kan sudah ada jatahnya untuk setiap daerah, sehingga jika sampai terjadi kelangkaan dan harga yang mahal seperti ini, tentu ada masalah dengan jalur distribusi dan tata kelolanya. Kan selama ini juga baik-baik saja, mengapa sekarang langka,” ujar Rofik, Minggu (9/7/2023) seperti mengutip laman resmi DPR.

Baca Juga:  Lunakkan Hati Trump, Menko Airlangga Tawarkan Tambahan Impor Rp317 Triliun

Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia. Bahkan, di daerah terdapat pula Kilang LNG paling besar sedunia yang dikelola oleh Pertamina dan Blok Mahakam sebagai pusatnya. Kalimantan Timur memiliki jumlah gas alam yang mencapai 81.823.68 MMBTU.

Dari data yang ada, pada pertengahan Juni lalu harga LPG dunia sempat turun. Dalam prognosa perhitungan Pertamina untuk tahun 2023 tercatat biaya subsidi LPG 3 kilogram ternyata bisa lebih rendah sekitar 32 persen atau sebesar Rp 32,4 triliun.

Dibandingkan dengan anggaran DIPA 2023 sebesar Rp117 triliun. Dimana asumsi dasarnya adalah harga LPG CP Aramco sebesar USD 647,68 per metrik ton dan volume gas LPG sebesar 8,2 juta metrik ton.

Baca Juga:  Satgas PHK Bebani APBN, Prabowo Optimalkan Saja Fungsi Kemnaker

Hal tersebut menurut Anggota DPR RI dari Fraksi PKS tersebut ini sangat ironis. Dengan penghematan dana subsidi ini,seharusnya harga LPG di tingkat konsumen bisa turun atau jumlah volumenya yang ditambah, tapi kenyataannya malah sebaliknya.

“Kasihan warga yang sejak Idul Adha kemarin seperti di Balikpapan merasa kesulitan untuk mendapatkan gas melon tersebut,” tambahnya. Oleh karenanya, ia minta Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk terus mengawasi distribusi LPG 3 Kilogram ini, dimana banyak masyarakat miskin yang kesulitan mendapatkan haknya.

“Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak-pihak di luar sasaran dan tujuan subsidi gas melon. Aparat keamanan juga dilibatkan agar bisa segera diproses secara hukum ketika ditemukan bukti penyelewengannya,” tegasnya.

Baca Juga:  Puluhan Ribu PHK, Daya Beli Ngos-ngosan, Sri Mulyani Masih Bicara Ekonomi Lebaran Moncer

Back to top button